Nikmat Memek Gadis Cina Yang Becek

Agen Judi Online | 1:29 PM | 0 comments








Sampai di dalam kamar kusapukan bibirku ke lehernya dan pelan-pelan bergerak ke bawah sambil menciumi dan menjilati leher mulusnya. Aling semakin merepatkan tubuhnya ke tubuhku, dadanya yang padat menekan keras dadaku. Dengan perlahan ia melepas bajuku. Kembali diiusap -usapnya dadaku dan putingku dijilatinya dengan lembut. Kusingkapkan kausnya dan kubuka lewat kepalanya. Payudaranya tertutup BH warna merah yang tampak kontras sekali dengan warna kulitnya. Tangannya menarik ritsluitingku dan kemudian membuka celana panjangku. Tanganku pun tak mau kalah membuka celana pendeknya. Aku mendorongnya ke ranjang dan kutindih tubuhnya. Tanganku bergerak ke punggungnya dan membuka BH -nya. Dadanya kini terbuka polos di hadapanku. Buah dadanya membulat cukup besar dan kencang dengan putingnya yang berwarna kemerahan mengeras dan berdiri tegak.








Ia menggigit dadaku dan tangannya memukul-mukul punggungku seperti histeris. “Auuhkhh… Terus… Teruskan.. Anto.. Nikmat.. Ooh” Kakiku bergerak sehingga kedua kakiku berada dalam posisi di luar kedua kakinya.. Aku menghentikan kontraksiku dan mulai menggenjot lagi. Aling seperti seekor kuda betina dari padang gurun. Tubuhnya seakan melonjak-lonjak dan sukar dikendalikan. Akhirnya tidak ada suara apapun di dalam kamar itu selain desah napas kami yang memburu beradu dengan suara paha bertemu dan derit ranjang. Keringat sudah membanjir di tubuh kami. Kupacu kuda betinaku mendaki lereng terjal kenikmatan. Kami saling memagut, mencium dan menjilati bagian tubuh pasangan kami. Kubuka lagi kedua kakinya, kini kakinya yang membelit pinggangku. Matanya terpejam dan mulutnya setengah terbuka seperti ikan di dalam kolam yang kering. Badannya menggantung di tubuhku.


Ketika kembali ke kamar ia memintaku untuk menginap di rumahnya saja. Akupun menyanggupinya, sudah terlanjur basah jadi biar basah sekalian. Toh besok pagi-pagi masih bisa mandi basah. Kami tidur berdampingan. Kepalanya disandarkan di bahuku. Berkali-kali ia mengecup pipi dan bibirku. “Thanks untuk malam ini Anto. Aku masih menginginkannya lagi”. “Kamu sering melakukannya Ling?” Aku bertanya asal saja. Aku tidak peduli dengan jawabannya, bahkan jika ia tadi siangpun baru bersetubuh dengan orang lain. “Jujur saja, sejak di Jakarta aku pernah beberapa kali melakukannya dengan pria Chinese. Namun kali ini luar biasa. Baru sekali ini aku melakukannya dengan pria Melayu”. “Ok, aku akan memuaskanmu malam ini. Kita istirahat dulu sebentar. Satu hal yang perlu diingat, bahwa kita, atau saya khususnya, melakukan ini just for fun. Tidak ada komitmen atau ikatan apapun”. Aling hanya diam saja tanpa mengeluarkan komentar. “Ling -ling, kamu tahu artinya kata ‘lingga’ ?” tanyaku. “Nggak tuh”. “Lingga dalam bahasa Sanskerta artinya adalah penis. Pantas saja penisku ingin merasakannya”. “Jahat kamu. Akkhh, jahat sekali kamu!” Ia memukul dan mencubitku. Kami masih ngobrol sampai setengah jam kemudian ketika mulutnya mulai menciumi dan menyusuri leherku. Ia menindihku dan menciumku dengan ganas. “Anto… Please… lagi.. Yuk”. Mulutnya terus bergerak ke bawah dan tahu -tahu Aling menjilati batang kejantananku dan mengisap buah zakarku. Kupalingkan mukaku ke samping untuk menahan rangsangan dan kugigit ujung bantal.


Category:

0 comments